Minggu, 23 Juni 2013

ARTIKEL LEMPAR LEMBING





LEMPAR LEMBING

Oleh
Nama : Ahmad Ali Murtado
Nim : 2124120009
Prodi : PJKR
Kelas : 1 B (Karyawan)






ABSTRAK
Artikel ini berjudul “Lempar Lembing”. Tujuan dari penulisan artikel ini untuk menambah wawasan para pembaca, khususnya para mahasiswa jurusan PJKR, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Galuh Ciamis agar nantinya dalam pelaksanaan pembelajaran dapat membekali peserta didik dengan penjelasan lebih luas dan mendalam dalam praktek maupun teori lempar lembing yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional serta tingkat perkembangan siswa dan materi pembelajaran.
Atas dasar astikel ini disarankan Sebagai calon guru olahraga, dengan mengetahui analisis gerak lempar lembing mulai dari gerakannya itu sendiri, sendi yang berperan, bidang dan sumbu yang terkait, serta otot-otot yang digunakan, diharapkan dapat menjadi suatu pegangan dalam membelajarkan anak didiknya kelak

A.      Latar Belakang
Lempar lembing merupakan suatu aktivitas yang menuntut kecekatan dan kekuatan dalam melempar. Medianya berupa lembing, yaitu sejenis tombak, tapi lebih ringan dan kecil. Awal mulanya, lempar lembing lebih identik dengan aktivitas berburu nenek moyang manusia. Sebagaimana olahraga atletik lainnya, lempar lembing diadopsi dari kebiasaan kaum laki-laki pada zaman tersebut. Aktivitas ini baru berkembang menjadi suatu olahraga ketika umat manusia memasuki masa bercocok tanam dan beternak, meninggalkan masa nomaden yang lebih kental dengan aktivitas berburunya. Manusia mulai menetap dengan membangun perkampungan atau perkotaan..
Perubahan gaya hidup pun terjadi. Salah satunya adalah aktivitas fisik seperti melempar lembing tak lagi digunakan untuk berburu. Aktivitas itu dialihkan menjadi suatu olahraga yang dipertandingkan. Unsur untuk memperoleh makanan (berburu) berubah menjadi upaya pemenuhan akan hiburan dan prestasi. Walaupun belum ditemukan catatan sejarah yang otentik mengenai lempar lembing, tapi sebagian ahli meyakini olahraga ini telah berkembang sejak zaman Yunani Klasik. Saat itu, lempar lembing termasuk olahraga populer. Tak kalah dengan olahraga jenis atletik lainnya, seperti lari, lompat, dan lempar cakram.
1)      Rumusan masalah
Bagaimana teknik dasar dalam lempar lembing?
2)      Tujuan penulisan
            Tulisan ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca, khususnya para mahasiswa jurusan PJKR, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Galuh Ciamis agar nantinya dalam pelaksanaan pembelajaran dapat membekali peserta didik dengan penjelasan lebih luas dan mendalam dalam praktek maupun teori lari gawang yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional serta tingkat perkembangan siswa dan materi pembelajaran.

B.     Kajian Teori
Karakteristik pelaksanaan lempar lembing berbeda dari nomor lempar lainya karena dalam lempar lembing selain bobot ringan juga sangat dipengaruhi oleh tekanan angin yang melawan terhadap hasil lemparannya. Dengan demikian sudut yang di bentuk kemudian pelepasan lembing menjadi hal yang paling menentukan terhadap hasil lemparan.(Muflih, 2012: 27)
Lempar lembing merupakan suatu aktivitas yang menuntut kecekatan dan kekuatan dalam melempar. Media yang di gunakan berupa lembing, yaitu sejenis tombak, tapi lebih ringan dan kecil”. (Syarifuddin, 1992).
Kesimpulan dari teori tersebut adalah lempar lembing merupakan suatu aktivitas olahraga, cabang dari atletik yang mempunyai karakteristik lempar yang berbeda dari nomor lempar lainya sehingga menuntut kecekatan dan kekuatan dalam melempar lembing tersebut.

C.      Pembahasan

1)      Lempar lembing
Olah raga lempar lembing merupakan cabang olahraga atletik, dimana atlet dari melemparkan lembing atau tombak pada lapangan dengan ukuran yang telah ditentukan. Lembing yang digunakan dalam olahraga ini terbuat dari logam metal dan pada ujungnya terdapat mata lembing yang bentuknya runcing. Lembing terdiri dari tiga bagian, yaitu mata lembing yang berbentuk runcing, badan lembing, dan tali pegangan pada lembing. Pada olahraga lempar lembing, panjang dan berat lembing yang digunakan berbeda, untuk putra panjangnya 2,6 sampai 2,7 meter dengan berat 800 gram. Sedangkan untuk putri panjang lembing adalah 2,2 sampai 2,3 meter dan beratnya 600 gram. Dalam olahraga lempar lembing terdapat beberapa teknik yang harus diperhatikan, di antaranya adalah tentang cara memegang lembing, cara membawa lembing, gaya melempar, dan sikap ketika melempar lembing

2)      Teknik Lempar Lembing

a.      Cara Memegang Lembing
 
Ø  Cara Finlandia : Pertama lembing diletakkan pada telapak tangan dengan ujung atau mata lembing serong hamper menuju arah badan. Kemudian jari tengah memegang tepian atau pangkal ujung dari tali bagian belakang (dilingkarkan, dibantu dengan ibu jari ndiletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan pada badan lembing. Jari telunjuk harus lemas ke belakang membantu menahan badan lembing. Sedangkan jari-jari yang lainnya turut memegang lilitan pegangan di atasnya dalam keadaan lemas. Dengan cara Finlandia ini, jari tengah dan ibu jari yang memegang peranan penting untuk mendorong tali pegangan pada saat melempar (Syarifuddin, 1992).
Ø  Cara Amerika : 
Pertama lembing diletakkan pada telapak tangan, dengan ujung atau mata lembing serong hamper menuju kea rah badan. Kemudian jari telunjuk memegang tepian atau pangkal dari ujung tali bagian belakang lembing, dibantu dengan ibu jari diletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan pada badan lembing serta dalam keadaan lurus. Sedangkan ketiga jari lainya berimpit dan renggang dengan jari telunjuk turut membantu dan menutupi lilitan tali lembing. Jadi dengan pegangan cara Amerika ini jari telunjuk dan ibu jari memegang peranan mendorong tali pegangan lembing pada saat melempar (Syarifuddin, 1992).
Ø  Cara Menjepit : caranya hanya menjepitkan lembing diantara dua jari tengah dan jari telunjuk, sedangkan jari jari lainnya memmegang biasa.

b.      Awalan
Cara mengambil awalan pada lempar lembing sangat erat kaitannya dengan cara membawa lembing. Oleh karena itu perlu juga diketahui oleh para atlet lempar lembing.Pada permulaan awalan lembng di bawa setinggi kepala dengan sikap lengan bengkok, sikut menunjuk kearah depan dengan telapak tanga menghadap keatas. Lembing sejajar dengan tanah.



c.       Transisi
Tahap ini adalah tahap perpindahan awalan ke persiapan lempar. Sikap yang harus dilakukan adalah dengan cara menarik lembing jauh kebelakang sampai lengan lurus sehingga sikap badan menyamping. Turunkan berat badan dengan menyondongkan  badan kebelakang.Posisi ujung lembing berada dekat dahi setinggi alis mata. Posisi di jaga sampai lembing di lemparkan. Pandangan tetap kearah depan maju tiga sampai lima langkah untuk mendapatkan percepatan yang diinginkan, dengan memperhatikan telapak tangan tetap menghadap keatas dan tertutup

d.      Melempar Lembing
Melempar lembing dimulai dengan meletakan kaki kiri di depan, dorong pinggul kedepan mendahului lengan. Secara otomatis bahu akan berputar kedepan, siku berputar keatas depan, posisi lembing segaris diatas lengan dan bahu. Buat badan melenting sehingga pada waktu tersebut otot berkontraksi dengan kuat, lemparkan lembing dengan melecutkan pergelangan tangan pada akhir pelemparan.

D.      Kesimpulan dan saran


1)      Kesimpulan
Di dalam gerakan lempar lembing banyak sekali melibatkan bagian-bagian tubuh bagian atas dan bawah mulai dari otot, sendi, sumbu dan bidang. Hasil dari kombinasi yang lengkap dari bagian-bagian tubuh tersebut menghasilkan suatu gerakan lempar lembing yang baik.

2)      Saran
Sebagai calon guru olahraga, dengan mengetahui analisis gerak lempar lembing mulai dari gerakannya itu sendiri, sendi yang berperan, bidang dan sumbu yang terkait, serta otot-otot yang digunakan, diharapkan dapat menjadi suatu pegangan dalam membelajarkan anak didiknya kelak.




















DAFTAR PUSTAKA

Yusuf , Heri Muslihin. 2012. Atletik. Ciamis: Warintek Universitas Galuh Ciamis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar