LEMPAR LEMBING
Oleh
Nama : Ahmad Ali Murtado
Nim : 2124120009
Prodi : PJKR
Kelas : 1 B (Karyawan)
ABSTRAK
Artikel ini berjudul “Lempar Lembing”.
Tujuan dari penulisan artikel ini untuk menambah wawasan para pembaca,
khususnya para mahasiswa jurusan PJKR, fakultas keguruan dan ilmu
pendidikan Universitas Galuh Ciamis agar nantinya dalam pelaksanaan
pembelajaran dapat membekali peserta didik dengan penjelasan lebih luas dan
mendalam dalam praktek maupun teori lempar lembing
yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional serta tingkat
perkembangan siswa dan materi pembelajaran.
Atas dasar astikel ini disarankan Sebagai calon guru olahraga, dengan
mengetahui analisis gerak lempar lembing mulai dari gerakannya itu sendiri, sendi
yang berperan, bidang dan sumbu yang terkait, serta otot-otot yang digunakan,
diharapkan dapat menjadi suatu pegangan dalam membelajarkan anak didiknya kelak
A.
Latar Belakang
Lempar
lembing merupakan suatu aktivitas yang menuntut kecekatan dan kekuatan dalam melempar.
Medianya berupa lembing, yaitu sejenis tombak, tapi lebih ringan dan kecil.
Awal mulanya, lempar lembing lebih identik dengan aktivitas berburu nenek
moyang manusia. Sebagaimana olahraga atletik lainnya, lempar lembing diadopsi dari
kebiasaan kaum laki-laki pada zaman tersebut. Aktivitas ini baru berkembang
menjadi suatu olahraga ketika umat manusia memasuki masa bercocok tanam dan
beternak, meninggalkan masa nomaden yang lebih kental dengan aktivitas
berburunya. Manusia mulai menetap dengan membangun perkampungan atau perkotaan..
Perubahan gaya hidup pun terjadi. Salah satunya adalah aktivitas fisik seperti melempar lembing tak lagi digunakan untuk berburu. Aktivitas itu dialihkan menjadi suatu olahraga yang dipertandingkan. Unsur untuk memperoleh makanan (berburu) berubah menjadi upaya pemenuhan akan hiburan dan prestasi. Walaupun belum ditemukan catatan sejarah yang otentik mengenai lempar lembing, tapi sebagian ahli meyakini olahraga ini telah berkembang sejak zaman Yunani Klasik. Saat itu, lempar lembing termasuk olahraga populer. Tak kalah dengan olahraga jenis atletik lainnya, seperti lari, lompat, dan lempar cakram.
Perubahan gaya hidup pun terjadi. Salah satunya adalah aktivitas fisik seperti melempar lembing tak lagi digunakan untuk berburu. Aktivitas itu dialihkan menjadi suatu olahraga yang dipertandingkan. Unsur untuk memperoleh makanan (berburu) berubah menjadi upaya pemenuhan akan hiburan dan prestasi. Walaupun belum ditemukan catatan sejarah yang otentik mengenai lempar lembing, tapi sebagian ahli meyakini olahraga ini telah berkembang sejak zaman Yunani Klasik. Saat itu, lempar lembing termasuk olahraga populer. Tak kalah dengan olahraga jenis atletik lainnya, seperti lari, lompat, dan lempar cakram.
1)
Rumusan masalah
Bagaimana teknik
dasar dalam lempar lembing?
2)
Tujuan
penulisan
Tulisan ini
bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca, khususnya para
mahasiswa jurusan PJKR, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas
Galuh Ciamis agar nantinya dalam pelaksanaan pembelajaran dapat membekali
peserta didik dengan penjelasan lebih luas dan mendalam dalam praktek maupun
teori lari gawang yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional
serta tingkat perkembangan siswa dan materi pembelajaran.
B.
Kajian Teori
Karakteristik pelaksanaan lempar lembing berbeda dari
nomor lempar lainya karena dalam lempar lembing selain bobot ringan juga sangat
dipengaruhi oleh tekanan angin yang melawan terhadap hasil lemparannya. Dengan
demikian sudut yang di bentuk kemudian pelepasan lembing menjadi hal yang
paling menentukan terhadap hasil lemparan.(Muflih, 2012: 27)
“Lempar lembing merupakan suatu aktivitas yang menuntut
kecekatan dan kekuatan dalam melempar. Media yang di gunakan berupa lembing, yaitu sejenis
tombak, tapi lebih ringan dan kecil”. (Syarifuddin, 1992).
Kesimpulan dari teori tersebut adalah lempar lembing
merupakan suatu aktivitas olahraga, cabang dari atletik yang mempunyai
karakteristik lempar yang berbeda dari nomor lempar lainya sehingga menuntut
kecekatan dan kekuatan dalam melempar lembing tersebut.
C.
Pembahasan
1)
Lempar lembing
Olah
raga lempar lembing merupakan cabang olahraga atletik, dimana atlet dari
melemparkan lembing atau tombak pada lapangan dengan ukuran yang telah
ditentukan. Lembing yang digunakan dalam olahraga ini terbuat dari logam metal
dan pada ujungnya terdapat mata lembing yang bentuknya runcing. Lembing terdiri
dari tiga bagian, yaitu mata lembing yang berbentuk runcing, badan lembing, dan
tali pegangan pada lembing. Pada olahraga lempar lembing, panjang dan berat
lembing yang digunakan berbeda, untuk putra panjangnya 2,6 sampai 2,7 meter
dengan berat 800 gram. Sedangkan untuk putri panjang lembing adalah 2,2 sampai
2,3 meter dan beratnya 600 gram. Dalam olahraga lempar lembing terdapat
beberapa teknik yang harus diperhatikan, di antaranya adalah tentang cara
memegang lembing, cara membawa lembing, gaya melempar, dan sikap ketika
melempar lembing
2)
Teknik Lempar Lembing
a.
Cara
Memegang Lembing
Ø Cara Finlandia : Pertama lembing
diletakkan pada telapak tangan dengan ujung atau mata lembing serong hamper
menuju arah badan. Kemudian jari tengah memegang tepian atau pangkal ujung dari
tali bagian belakang (dilingkarkan, dibantu dengan ibu jari ndiletakkan pada
tepi belakang dari pegangan dan pada badan lembing. Jari telunjuk harus lemas
ke belakang membantu menahan badan lembing. Sedangkan jari-jari yang lainnya
turut memegang lilitan pegangan di atasnya dalam keadaan lemas. Dengan cara
Finlandia ini, jari tengah dan ibu jari yang memegang peranan penting untuk
mendorong tali pegangan pada saat melempar (Syarifuddin, 1992).
Ø Cara Amerika : 
Pertama lembing
diletakkan pada telapak tangan, dengan ujung atau mata lembing serong hamper
menuju kea rah badan. Kemudian jari telunjuk memegang tepian atau pangkal dari
ujung tali bagian belakang lembing, dibantu dengan ibu jari diletakkan pada
tepi belakang dari pegangan dan pada badan lembing serta dalam keadaan lurus.
Sedangkan ketiga jari lainya berimpit dan renggang dengan jari telunjuk turut
membantu dan menutupi lilitan tali lembing. Jadi dengan pegangan cara Amerika
ini jari telunjuk dan ibu jari memegang peranan mendorong tali pegangan lembing
pada saat melempar (Syarifuddin, 1992).
Ø Cara Menjepit : caranya hanya
menjepitkan lembing diantara dua jari tengah dan jari telunjuk, sedangkan jari
jari lainnya memmegang biasa.
b.
Awalan
c.
Transisi
Tahap ini
adalah tahap perpindahan awalan ke persiapan lempar. Sikap yang harus dilakukan
adalah dengan cara menarik lembing jauh kebelakang sampai lengan lurus sehingga
sikap badan menyamping. Turunkan berat badan dengan menyondongkan badan kebelakang.Posisi ujung lembing berada
dekat dahi setinggi alis mata. Posisi di jaga sampai lembing di lemparkan.
Pandangan tetap kearah depan maju tiga sampai lima langkah untuk mendapatkan
percepatan yang diinginkan, dengan memperhatikan telapak tangan tetap menghadap
keatas dan tertutup
d.
Melempar Lembing
Melempar lembing dimulai dengan meletakan kaki kiri di depan, dorong
pinggul kedepan mendahului lengan. Secara otomatis bahu akan berputar kedepan,
siku berputar keatas depan, posisi lembing segaris diatas lengan dan bahu. Buat
badan melenting sehingga pada waktu tersebut otot berkontraksi dengan kuat, lemparkan
lembing dengan melecutkan pergelangan tangan pada akhir pelemparan.
D.
Kesimpulan dan saran
1)
Kesimpulan
Di
dalam gerakan lempar lembing banyak sekali melibatkan bagian-bagian tubuh
bagian atas dan bawah mulai dari otot, sendi, sumbu dan bidang. Hasil dari
kombinasi yang lengkap dari bagian-bagian tubuh tersebut menghasilkan suatu
gerakan lempar lembing yang baik.
2)
Saran
Sebagai
calon guru olahraga, dengan mengetahui analisis gerak lempar lembing mulai dari
gerakannya itu sendiri, sendi yang berperan, bidang dan sumbu yang terkait,
serta otot-otot yang digunakan, diharapkan dapat menjadi suatu pegangan dalam
membelajarkan anak didiknya kelak.
DAFTAR
PUSTAKA
Yusuf , Heri Muslihin.
2012. Atletik. Ciamis: Warintek
Universitas Galuh Ciamis.